Kamis, 23 Agustus 2012

Teaser VI_PS. I Love You

Gelisah, itu yang kini dirasakan oleh lelaki ini. Dia berjalan modar-mandir di dekat pintu masuk. Gadisnya belum juga datang, padahal acara sudah dimulai 3 jam yang lalu. Sahabat sang gadispun sudah berkumpul semua. Matanya terbelalak saat melihat sesosok perempuan masuk dan berjalan ke arahnya dengan malu-malu. Dress batik hijau dengan berlapis bolero coklat, weigest putih yang lumayan tinggi menghiasi kakinya, tas selempang putih bersandar indah di b ahu kirinya. Gadis itu melewati sang pria yang hanya bisa tersenyum saat sang gadis melemparkan senyuman khasnya. Gadis itu berjalan ke bangku depan bersama tempat teman-teman sekelasnya berkumpul. Lekaki itu tampak akan beranjak ke depan menyusul gadisnya itu, saat tangannya ditarik paksa oleh temannya menuju foodcourd. Ini yang ditunggu-tunggu , perwakilan dari tiap kelas X dan XI berlomba-lomba menunjukkan kostum karya mereka yang dikenakan oleh masing-masing model dari tiap kelas. Model-model itu berjalan berpasangan diatas red carped. Lelaki tampan yang menngenakan kemeja batik warna merah, dipadu dengan celana jins, dan sepatu nike warna hitam itu kini berjalan maju. Ini adalah kesempatan untuk mendekati gadisnya. Dan sekarang, disinilah dia, tepat disamping gadisnya berdiri. Dia memberanikan diri untuk menyentuh pundak sang gadis pelan, dan kemudian meinta izin untuk menempati kursi kosong di samping sang gadis. Sudah bisa ditebakkan apa yang terjadi selanjutnya? Dence dari kelas X yang baru saja tampil telah menutup acara ini. Anak-anak berebut maju ke deretan kursi depan untuk bersalaman dengan guru-guru sekaligus mengucapkan kata perpisahan dan trima kasih. Gadis itu menangis lagi sambil berpelukan dengan sahabat-sahabatnya. Tuhan… liahat matnya, hidungnya sampai memerah seperti buah cerry. Apa itu? Beberapa teman lelaki gadis itu menghampiri sang gadis. ‘Apa yang mereka lakukan pada gadisku’ seakan ingin berteriak saat teman lelaki gadisnya bergantian bersalaman dan sebagian meminta pelukan hangat dari gadisnya. Tidak terima. Gadis itu kini beranjak menjauh dari teman-temannya dan dating menghampiri sang lelaki yang kini tengah ‘mencoba’ mendinginkan hatinya dengan bercanda gurau bersama sahabat-sahabatnya. Entah apa yang menggerakkan kaki lelaki itu hingga kini dia telah berhadapan dengan sang gadis. Dia masih terpaku saat gadisnya itu mengulurkan tangannya, hingga kemudian lelaki itu menyambut uluran tangan gadisnya. Lama tangan itu terkait. Andai waktu bisa berhenti barang sejenak saja. Tapi tidak mungkin, dan itu hanya akan menjadui harapan semata. Perpisahan. Ini waktunya lelaki itu menyatakan cinta pada sang gadis, tapi sulit. Apakah mereka akan berpisah begitu saja. Ok ini memang bukan perpisahan selamanya, hanya untuk beberapa bulan saja, dan mungkin mereka akan bisa jogging bersama lagi. Saat sang gadis pergi menyusul temannya, mata sang lelaki tak bisa lepas memandang gadis itu. Pasti dia akan sangat merindukan gadisnya itu. Apakah akan berakhir begini saja? Apa mereka tidak bisa bersama? Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Apakah mereka masih bisa bertemu?

My Blog List

Diberdayakan oleh Blogger.

 

Design by Amanda @ Blogger Buster