Sabtu, 15 September 2012

Pengantar Teknologi Informasi

Pengantar Teknologi Informasi By: 1. Dyah Ayu Langening Tyas 2. Anjani Kusumastuti 3. Putri Isti Arifah 4. Miftahus sa’adah 5. Fikha Rizky Aullia Kali ini kita akan membahas materi mengenai komponen-komponen teknologi. Komponen-komponen tersebut antara lain data, informasi, serta penggunaan dan implementasinya dalam kehidupan masyarakat teknologi. Berikut akan dijelaskan satu per satu. A. Data adalah kumpulan fakta yang terstruktur dan dirangkai sedemikian rupa yang berupa bahan mentah  Jenis data:  Teks : Data yang paling sederhana yang dirangkai oleh system yang berupa alphabet, angka, symbol.  Gambar :  Audio atau Suara :  Video : susunan dari banyak gambar yang berurutan dalam satuan waktu (8-33 fps) B. Informasi adalah data yang telah dimanipulasi sehingga memiliki makna dan saling berhubungan. Propertinya terstruktur. • Pengetahuan adalah informasi yang sangat spesifik yang berupa ilmu pengetahuan. • Pengetahuan dapat terbentuk dari hal-hal berikut:  Hasil internalisasi informasi  Informasi tentang area perhatian tertentu  Informasi untuk mendukung keputusan  Hasil dari memahami informasi Untuk menjadi suatu informasi, data perlu mengalami tahap pemrosesan. Sifat informasi ada dua, yaitu perfect dan Imperfect. • Informasi bersumber dari:  Pengataman lapangan (observasi)  Kuesioner  Kejadian/event (pencatatan/perekaman)  Pemodelan (simulasi, forecasting)  Media massa  Alat telekomunikasi  Alat elektronis  dll  Karakteristik informasi yang baik:  Tepat waktu  Akurat  Mudah diakses  Menghilangkan keraguan  Berhubungan  Berdasarkan fakta  Evolusi Abad Informasi  Abad Pertanian (Tahun < 1800)  Bertani, menggunakan tenaga manusia dan tangan  Abad Industri (1800 – 1957)  Bekerja di pabrik, menggunakan tenaga manusia dan mesin  Abad Informasi (1957 – sekarang)  Pekerja terdidik, menggunakan tenaga dan teknologi informasi  Masyarakat Informasi  Adalah suatu masyarakat di mana lebih banyak orang bekerja di bidang penanganan informasi daripada bidang pertanian dan industri  Teknologi informasi adalah:  Ilmu yang berkaitan dengan seni atau sains dengan pengaplikasian pengetahuan saintifik ke praktis  Aplikasi praktis dari sains dalam industri atau bisnis  Teknologi Informasi menurut beberapa sumber memiliki beberapa makna:  Kamus Oxford (1995): TI adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar  Turban (Efraim Turban, 2008): The physical facilities, IT components, IT services and IT management that support an entire organization  Tujuan dari teknologi informasi itu sendiri dapat berupa:  Memecahkan masalah, membuka kreativitas, efektivitas dan efisiensi.  Demikian pula dengan fungsi teknologi informasi, yaitu:  Menangkap (Capture), Mengolah (Processing), Menghasilkan (Generating), Menyimpan (Storage), Mengambil Kembali (Retrieval), Melakukan Transmisi (Transmission).  Dalam kurun waktu modernisasi saat ini, teknologi informasi sangat dibutuhkan karena beberapa hal berikut, diantaranya:  Kompleksitas tugas manajemen  Pengaruh globalisasi  Perlunya response time cepat  Tekanan persaingan bisnis  Peningkatan layanan Teknologi informasi juga memiliki komponen-komponen penting. Antara lain:  Hardware (HW) Istilah umum yang merujuk pada bagian-bagian fisik dari sebuah teknologi. • Software (SW) Perangkat Lunak (atau software) adalah sekelompok item atau objek yang membentuk “konfigurasi” di mana di dalamnya termasuk :  Program  Dokumen  Data  Brainware (BW) User manual, SOP, cyber law Tentu saja teknologi informasi sangat bermanfaat, apalagi jika diterapkan dalam beberapa bidang kehidupan masyarakat.  Penerapan teknologi informasi antara lain di bidang:  Industri  Perbankan  Pendidikan  Kesehatan  Pemerintahan  Hiburan  dll

Kamis, 23 Agustus 2012

Teaser VI_PS. I Love You

Gelisah, itu yang kini dirasakan oleh lelaki ini. Dia berjalan modar-mandir di dekat pintu masuk. Gadisnya belum juga datang, padahal acara sudah dimulai 3 jam yang lalu. Sahabat sang gadispun sudah berkumpul semua. Matanya terbelalak saat melihat sesosok perempuan masuk dan berjalan ke arahnya dengan malu-malu. Dress batik hijau dengan berlapis bolero coklat, weigest putih yang lumayan tinggi menghiasi kakinya, tas selempang putih bersandar indah di b ahu kirinya. Gadis itu melewati sang pria yang hanya bisa tersenyum saat sang gadis melemparkan senyuman khasnya. Gadis itu berjalan ke bangku depan bersama tempat teman-teman sekelasnya berkumpul. Lekaki itu tampak akan beranjak ke depan menyusul gadisnya itu, saat tangannya ditarik paksa oleh temannya menuju foodcourd. Ini yang ditunggu-tunggu , perwakilan dari tiap kelas X dan XI berlomba-lomba menunjukkan kostum karya mereka yang dikenakan oleh masing-masing model dari tiap kelas. Model-model itu berjalan berpasangan diatas red carped. Lelaki tampan yang menngenakan kemeja batik warna merah, dipadu dengan celana jins, dan sepatu nike warna hitam itu kini berjalan maju. Ini adalah kesempatan untuk mendekati gadisnya. Dan sekarang, disinilah dia, tepat disamping gadisnya berdiri. Dia memberanikan diri untuk menyentuh pundak sang gadis pelan, dan kemudian meinta izin untuk menempati kursi kosong di samping sang gadis. Sudah bisa ditebakkan apa yang terjadi selanjutnya? Dence dari kelas X yang baru saja tampil telah menutup acara ini. Anak-anak berebut maju ke deretan kursi depan untuk bersalaman dengan guru-guru sekaligus mengucapkan kata perpisahan dan trima kasih. Gadis itu menangis lagi sambil berpelukan dengan sahabat-sahabatnya. Tuhan… liahat matnya, hidungnya sampai memerah seperti buah cerry. Apa itu? Beberapa teman lelaki gadis itu menghampiri sang gadis. ‘Apa yang mereka lakukan pada gadisku’ seakan ingin berteriak saat teman lelaki gadisnya bergantian bersalaman dan sebagian meminta pelukan hangat dari gadisnya. Tidak terima. Gadis itu kini beranjak menjauh dari teman-temannya dan dating menghampiri sang lelaki yang kini tengah ‘mencoba’ mendinginkan hatinya dengan bercanda gurau bersama sahabat-sahabatnya. Entah apa yang menggerakkan kaki lelaki itu hingga kini dia telah berhadapan dengan sang gadis. Dia masih terpaku saat gadisnya itu mengulurkan tangannya, hingga kemudian lelaki itu menyambut uluran tangan gadisnya. Lama tangan itu terkait. Andai waktu bisa berhenti barang sejenak saja. Tapi tidak mungkin, dan itu hanya akan menjadui harapan semata. Perpisahan. Ini waktunya lelaki itu menyatakan cinta pada sang gadis, tapi sulit. Apakah mereka akan berpisah begitu saja. Ok ini memang bukan perpisahan selamanya, hanya untuk beberapa bulan saja, dan mungkin mereka akan bisa jogging bersama lagi. Saat sang gadis pergi menyusul temannya, mata sang lelaki tak bisa lepas memandang gadis itu. Pasti dia akan sangat merindukan gadisnya itu. Apakah akan berakhir begini saja? Apa mereka tidak bisa bersama? Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Apakah mereka masih bisa bertemu?

Rabu, 23 Mei 2012

Teaser V

Teaser V Seorang gadis termangu menunggu sahabat-sahabatnya di depan area parkiran sebuah stadion. Sepertinya dia terlalu bersaemangat hari ini. Matanya terus mengawasi jalanan untuk mencari sosok temantemannya, tapi tak satupun terlihat di sana. Sebentar, matanya terlihat bercahaya saat motor mio merah memasuki pelataran stadion, menuju tempatnya berada saat ini. Tidak berapa lama kemudian teman-teman lainnya menyusul. Gadis itu mulai beranjak dari tempatnya saat tiba-tiba sebuah motor Honda parker di tempatnya berdiri sekarang. Lelaki berperawakan tinggi turun dari motor itu, membuka jok belakang motornya dan mengambil sepasang sepatu. Lelaki itu tampak sekilas menoleh ke arah sang gadis. Entah mengapa hatinya merasa sangat senang saat itu. Sepertinya hari ini adalah harinya. Bagaimana tidak, gadisnya yang hamper tidak pernah jogging itu kini malah jogging bersamaan dengan dirinyaa. Tidak ingin ketahuan, dia segera masuk ke dalam stadion. Tanpa ada yang menyadari, senyum kecil merekah dibibir sang gadis. Tidak disangka sebelumnya kalau dia akan bertemu dengan lelaki pujaannya itu. Sampai akhirnya temannya menarik dirinya untuk masuk ke dalam stadion. Langkahnya terasa begitu ringan kali ini. Di dalam sana lelakinya telah menunggu. GR memang, tapi apadaya hatinya kini sudah teracuni. Seperti telah digariskan oleh takdir, kini sang gadis dan lelaki itu duduk bersama di tribun stadion sambil memperhatikan teman-temannya yang sedang asik berfoto mengabadikan kebersamaan mereka, sebelum lulus dari bangku putih abu-abu. Keringat terus menetes dari pelipisnya. Bukan karena dia grogi, tapi memang dia kelelahan sehabis jogging mengelilingi lapangan stadion, ditambah lagi matahari yang semakin meninggi. Hanya kebisuan yang kini tercipta diantara mereka, sampai sang pria mengalah dan membunuh keheningan. Pembicaraan pun terus berlanjut, sampai-sampai mereka tidak sadar kalau diam-diam ada seseoranh yang kini tengah mengabadikan moment ini. Sudah menjadi kepastian yang hakiki bahwa sang waktu tidak dapat dihentikan, walau hanya sedetik saja. Kini matahari telah tepat berada di atas bumi, dan waktu untuk berpisah pun tidak dapat dihindari. Terlihat sang gadis dan lelaki itu enggan untuk berpisah. Hari ini adalah hari terakhir mereka bersama, sebelum akhirnya esok hari mereka harus menghadiri perpisahan sekolah, dan itu alarm untuk sang gadis pergi ke luar kota untuk masa depannya.

Jumat, 11 Mei 2012

-The Journey of Mine-

Ini salah satu kado terindah dari orang yanng paling indah juga. Kado ulang tahunku yang ke 18. Makasih tetehku, LOVE YOU -The Journey of Mine- 18 Februari 2012 Oleh Ek Rkwt Kawan.....dengarkah engkau denting suara yang nyaring itu...??? Menggema di hati, menggetarkan kalbu serta nurani. Kawan.....tahukah apa itu gerangan...??? Itu tanda kelahiranku kawan....!!! Aaakkkhhh...betapa banyak bibir tersenyum menyambut kehadiranku. Aku yang semula hanya seonggok daging yang menggantung nyawa pada seutas tali pusar. Namun lihatlah kawan, kini aku nyata...sama seperti kalian.... Kawan.....mengapa seketika aku menjadi resah...??? Aku takut kawan...kini aku merangkak di persimpangan. Aku enggan menoleh ke belakang. Di sana hanya ada gelap dan ruang sempit berplasenta. Aku ragu menoleh ke sisi kiriku—sama gelap. Aku tak tahu apa yang menungguku di sana. Dalam kebimbanganku aku menerka apa yang tampak di lajur di sisi kananku. Bagaimana jikalau jurang kematian ada di sana...??? Tidak...!!! Aku tidak mau...!!! Bukan aku takut atau tak mau mati, tapi aku hanya tak mau nyawaku direnggut sebelum aku mampu membahagiakan orang-orang di sekelilingku.... Hei kawan lihatlah...!!! Ada cahaya di depan sana. Apakah itu berarti aku harus berjalan lurus ke depan...??? Diiringi ragu satu melangkah, hanya satu langkah kecil saja. Aku baik-baik saja, bahkan bibir mungilku kini dapat menciptakan suara-suara. Ma...ma.... terbata-bata namun pasti. Papa.... terucap lantang di tahun kedua ku. Hop...hop...lagi aku terus melangkah...berlari kecil sekali-sekali. Hei tunggu dulu....siapa mereka...??? Mereka sebaya denganku, bahkan baju kami pun serupa—putih merah. Ternyata mereka baik kawan. Mereka membuatku tertawa. Mereka membuatku gembira. Mereka membuatku selalu ceria. Lantas.... Waktu jahat kawan. Waktu tak memperbolehkan aku terus berkutat dengan putih merah ku... Wajah cemberut tak terelakan tatkala putihku kini berteman dengan biru...merah terpaksa kutanggalkan. Tak lama..... Senyum aku saput kembali.... Ternyata putih biru lebih berwarna. Aku diperkenalkan pada rasa tak biasa yang luar biasa. Rasa malu-malu terpaku ketika melihat lawan jenis yang memikat hatiku. Kawan, kau pasti pernah dengar apa itu cinta bukan...??? Ya...aku memilikinya sekarang. Meski hanya dalam hati. Aaaarrrgghh...lagi-lagi waktu terus memaksaku bergerak...turut serta dalam perputarannya. Iiikkkhh...apa ini...???!!!....kali ini teman putihku pucat sekali...tak secerah merah apalagi biru. Kata mereka ini disebut abu-abu. Aku tak suka abu-abu ini...!!! Aku ingin kembali kesana, ke masa putih biruku, cintaku tertinggal di sana kawan. Aku merengut sesaat. Tapi tahukah kawan apa yang terjadi sebentar kemudian...??? Cinta itu datang kembali dengan bentuk yang berbeda. Bukan hanya sekedar rasa malu-malu, namun juga raga yangbertautmenjadi satu. Cinta itu kini tersampaikan kawan.... Aku bukan lagi anak ingusan yang masih takut akan rasa tak biasa itu. Bahkan kini aku berani meneteskan airmata karenanya. Terkadang hatiku pun terasa sakit dibuatnya. Tak apa bagiku,akumasih bisa tersenyum. Aku punya mereka, teman-teman yang berbalut pakaian yang sama. Entah laki-laki atau perempuan...mereka yang mengenalkan diri mereka dengan nama ‘sahabat’. Ternyata aku baru tahu kawan...putih abu-abu itu lebih bermakna. Akh kawan....pernahkah kau memohon waktu agar sejenak saja berhenti...??? Ternyata waktu egois ya kawan...tak pernah mengabulkan permintaan kita walau hanya untuk sepersekian detik saja. Ia terus saja berlari, meski kita lelah untuk terus berlari bersamanya. Kini, masa putih abu-abuku tinggal sebentar lagi kawan.....apa yang harus aku lakukan...??? Hari ini aku kembali mendengar denting itu. Denting yang sama ketika aku lahir dulu. Aku menghitungnya... Denting itu berhenti dihitunganku yang ke-18 . Sudah sejauh itukah aku melangkah kawan...??? Ternyata sudah banyak yang aku dapat tanpa aku sadari selama ini. Tak habis rasa syukurku kali ini. Namun resah itu kembali menderaku. Kali ini aku kembali berada di persimpangan. Persimpangan yang bukan hanya bercabang empat. Persimpangan itu kali ini semakin rumit saja kawan... Tak jarang aku menitikan airmata karena rasa takut akan persimpangan itu. Tapi lantas aku berpikir...bukankah hidup itu terus berjalan...??? Bukankah hidup itu pilihan..??? Bukankah rasa takut itu pertanda bahwa aku masih memiliki rasa...??? Pada akhirnya aku yakin...lajur manapun yang aku pilih, semuanya akan menjadi baik-baik saja selama aku memiki Tuhan, selama aku memiliki mereka—keluargaku—teman- temanku... Mereka yang menyayangiku tanpa pamrih. Dan aku....aku lebih menyayangi mereka lebih dari sekedar tulus. Sepertinya kini, didentingku yang ke- 18 aku baru saja tersadar, tak peduli apapun yang mengahadang di depankunanti,pada akhirnya aku akan tersenyum kawan. Tersenyum menatap masa depanku, kebahagianku seutuhnya. Kebahagian dan masa depan yang pada akhirnya tak akan lekang oleh waktu. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Dalam cerita ini... : Anjani Kusuma yang hari ini sedang merayakan hari jadinya yang ke- 18 tahun., Semoga panjang umur, sukses dan sehat selalu. Amien.,-

Girl POV_PS. I Love You

Girl POV_PS. I Love You ~girl POV~ Dia misterius, dia cuek, dia cool, banyak yang bilang dia perfect. Tapi bukan itu yang membuat aku tertarik pada lelaki ini. Aku selalu terhanyut saat memandang setiap detail lekuk wajahnya. Merasa tenang, hangat dan penuh inspirasi. Apakah ini cinta?? Entahlah... tapi yang pasti aku sekedar ingin bisa dekat dengannya, menjadi sahabatnya, menjadi tempatnya berkeluh kesah dan menumpahkan kebahagiaan. Aku ingin menjadi orang pertama yang selalu dia cari keberadaannya. Ini tidak seperti cerpen atau pun cerbung, yang kebanyakan menempatkan sosok tokoh utama yang cool di bangku pojok belakang ruang kelas. Dia selalu duduk di kursi paling depan. Kadang tempatnya duduk tepat di depan meja guru, kadang dia menjadi pemimpin di deretan tengah. Dia pintar, selalu cekatan dalam mengerjakan semua tugasnya. Bahkan mungkin kalian tidak akan percaya kalau aku bilang 'dia selalu menyapu lorong kelasnya tiap pagi'. Ayolah, ini nyata. Sebelum dia bersantai dan duduk di taman kecil yang ada di depan kelasnya, itu hal yang sering dia lakukan setelah meletakkan tasnya di bangku. Dia tidak akan pernah mau menoleh ke arahmu saat kau memanggilnya dengan nama ejekannya. Kau harus memanggil namanya jika ingin mendapat respon darinya. Saat ulangan pun, dia selalu mandiri, walau kadang ia harus terganggu dengan suara-suara yang membisikkan namanya. Jangan salah, dia tidak sepelit yang kalian kira. Dia selalu mau membantu temannya di saat-saat temannya itu memang membutuhkan bantuannya di saat saat terakhir. Seperti pangeran-pangeran di dongeng kan. Saat beberapa sahabatku bertanya "bagaimana reaksimu kalau dia beneran nembak kamu?". Sungguh, aku tak tahu harus menjawab apa. Bukannya naif atau munafik, aku sendiri tidak terlalu mengerti tentang perasaan ini. Mungkin bisa untuk menerimanya sebagai pacar. Tapi tidak, aku harus benar-benar mempertimbangkan keputusan itu. Itu merupakan pertanyaan yang sulit di jawab. Hari Senin, hari yang biasa ditasbihkan sebagai hari yang paling menyebalkan oleh sebagian anak... tapi tidak untukku. Oke, memang hari itu menyebalkan. Apalagi saat upacara harus mendengar pidato pak Pembina yang membosankan -..-". Tapi ada surga di hari itu. Yip, saat semua murid berkumpul, berdiri di satu lapangan yang sama, dia yang paling tinggi akan berdiri di barisan paling depan. Kalian tau maksudku kan? Tepat... dengan tingginya yang bisa dibilang sedikit lebih di atas rata-rata, dia berdiri di barisan terdepan. Surga bukan? Aku bisa melihatnya lebih lama di hari Senin. Tapi satu ketakutanku. Apakah dia tahu kalau aku sering memperhatikan dia secara diam-diam? Apakah dia keberatan dan merasa risih? Aku takut suatu saat kata-kata ini terucap dari mulutnya "Jangan diam-diam memperhatikanku, aku tak suka" Tapi, untuk saat ini tak apalah kalau aku terus memperhatikannya. Lagi pupa sebentar lagi kita akan berpisah. Lulus SMA, kemudian kuliah. Kapan lagi aku bisa memperhatikannya kalau tidak sekarang ^^ ~TBC~

Teaser VI_PS. I love You

Teaser VI_PS. I love You Dia berhenti di tempat itu, tempat dimana dia bisa dengan leluasa melihat gadisnya tanpa harus ada yang mencurigainya. Dia duduk di beranda masjid bersama teman-teman ikhwannya. Wajahnya tiba-tiba berubah murung. Bagaimana tidak, gadisnya yang saat itu duduk di depan kelas sedang termenung. Ada apa gerangan dengan gadisnya? Tunggu, apa ini? Butiran bening tiba-tiba jatuh dari mata gadisnya. Apa sebenarnya yang telah terjadi? Ingin sekali dia berlari menghampiri gadisnya, meminjamkan bahunya, dan menghapus air mata gadisnya. Tiba-tiba gadisnya berdiri dan berjalan ke masjid tempatnya berada. Dia duduk di beranda dan melepas sepatunya, kemudian masuk ke tempat wudhlu yang dikhususkan untuk akhwat dan tempatnya bersebelahan dengan tempat wudhlu ikhwan. Tidak berapa lama kemudian gadisnya keluar. Sepertinya dia baru saja mengambil air wudlu, terlihat dari wajahnya yang masih basah. Benar dugaannya.. karena setelah itu dia masuk ke dalam masjid untuk sholat dhuha. Diamatinya gadis itu dari jendela. Beberapa saat kemudian gadis itu keluar, wajahnyya kembali cerah. Senyum riang kembali menghiasi wajahnya. Senyum yang selalu membuat orang yang melihatnya merasa damai dan tenang. 'Itu baru gadisku' gumamnya sambil tersenyum. -TBC-

Traser III - PS. I Love You

Traser III - PS. I Love You Dia berjalan masih dengan gaya cool menuju pintu gerbang sekolah. Tidak seperti biasanya, dia tidak mengendarai motornya. Oh... bukan, seertinyq tadi dia datang terlambat, sehingga motor kesayangannya itu di parkir di depan. Saat dia hampir memasuki lorong gerbang, langkahnya terhenti. Sejenak dia menoleh. Seperti ada yang memanggil namanya. Oh, rupanya gadis itu. Tapi tunggu, apakah benar gadis itu memanggilnya?? Dengan ragu dia berjalan menuju kelas paling depan itu. Tapi langkahnya terhenti lagi. Kenapa sih??? 'Sial' desisnya.. Bukan dia. Gadis itu tidak memanggilnya. Kenapa gadis itu malah memanggil laki-laki lain. Dia terus menggerutu, dan kembali melanjutkan langkahnya menyuauri lorong gerbang dan mengambil motornya. Seperti biasa, dia tidak akan langsung pulang. Seperti kebiasaannya setiap hari. Dia mengendarai motornya sampai ke beranda masjid, tempatnya biasa akhwat berkumpul. Sesekali dia mencuri kesempatan mengamati gadisnya. Tapi, kenapa hari ini gadis itu terlihat gusar? Dia berlari kesana-kemari, kebingungan. Oh iya, hari ini gafisnya akan menhikuti seleksi. Dia sampai lupa kalau gadisnya itu bukan hanya anak jurnalistik, tapi juga anak dance. Dan hari ini jadwal ekskul dance seleksi untuk bertanding di tingkat nasional. Gadisnya, gadisnya yang paling hebat.. Ungkapnya dalan hati.

Jumat, 13 April 2012

Teaser II _ PS. I Love You

Gelap... bahkan surya pun belum bersiap untuk bangun dari peraduan.

Sosok dingin dan cuek ini berlari kecil menikmati udara pagi dengan gayanya yang cool. Tunggu, dia tak sendiri rupanya. Ada satu... dua.... empat orang yang ikut bersamanya. Dua laki-laki dan dua perempuan.

Sepertinya ada yang aneh dari salah satu anak perempuan ini, apa ya??

Tidakkah kalian perhatikan, dari tadi mata si cuek tak pernah lepas dari perempuan ini. Apa yang dia perhatikan?? Mimik wajahnya sungguh tidak terbaca.

Apa yang dia perhatikan?? Perempuan ini hanya memakai celana pendek selutut dan baju oblong, rambutnya tergelung sedikit berantakan, wajahnya? tidak, itu tidak terlihat menarik. Wajahnya biasa saja, tidak secantik perempuan berambut lurus indah di sampingnya, terkesan jauh malah.

Tapi lihatlah, hanya dengan memperhatikan perempuan itu senyum kecil pangsung mengembang dari bibir si cuek.

Ada apa ini?? Apakah dia sedang jatuh cinta?? Tidak mungkin. Mereka jauh berbeda. Bahkan mungkin dunia dudah gila kalu itu terjadi.

Tiba-tiba pandangan mereka bertemu saat sang perempuan menoleh. Lama... sangat lama, samapai mereka berhenti berlari. Beberapa saat kemudian senyum ikut terkembang dari bibir sang perempuan. Manis... senyumnya tidak seburuk yang kalian kira. Senyumnya lumayan manis.

Sepertinya waktu terhenti saat itu


TBC

Hwakakakakaka MALUUUUU...
Ada yang minat kalo ini dibuat cerbung??

RLC please

PS. I Love You 1 (28 Maret pukul 21:51)

Akhirnya setelah hiatus beberapa tahun dari dunia tulis menulis, gue dateng membawa suatu project besar untuk masa depan..
This is it, check it out


Tangan itu menari dengan indah,
menggoreskan sebuah sketsa sederhana
Tak ada yang menyangka tangan kokoh itu
bisa bergerak dengan lihai menggabungkan
titik dengan garis membentuk obyek
istimewa

Diam, tenang, dan damai
Bibir kecil itu sesekali bergerak, memberikan
mimik misterius

Selesai....
Kini lembaran kosong itu telah dihuni oleh
sesosok gadis berambut ikal dikepang menyamping

Dia berlari
Masih dengan ciri khas "cool" yang telah
melekat pada dirinya
Memasuki lapangan basket yang telah
disulap menjadi lapangan futsal siang itu
Bergabung dengan sebayanya. Berlari
menggiring bola, mengoper, sambil sesekali
mencoba memasukkan si bundar ke gawang

-PS. I Love You-


hhahaha, lagi males belajar iseng nulis ini di
note. Maaf untuk yang nunggu Second to
Remember 6 (pd, padahal enggak ada yang
nunggu) belum bisa ngepost. Janji deh
nanti aku tamatin sekalian.

Kamis, 19 Januari 2012

SHUT UP

Senin, 10 Oktober 2011

galau again

oke galau lagi. Gue mau curhat nih, kalo ada yang baca bisa dong kasih saran lewat komen.

Gue pinya satu masalah besar. Bisa dibilang masalah ini masalah batin.

Gue tau banyak orang yang bilang kalo gue ini selalu ceria. Emang bener, gue selalu berusaha ceria di depan mereka, mencoba selalu tersenyum, selalu ad buat mereka. Tapi tanpa gue sadari di sisi lain gue ngerasa tertekan. Gue ngerasa jadi orang palibg munafik yang pernah ada.

Gue selalu ngandelin dua kata keramat, katayang paling gue benci. kata itu mungkin terdengar biasa, tapi buat gue itu menyakitkan. 'NGGAK APA-APA' ya, kata itu yang selalu jadi topeng kekecewaan gue, sakit gue, baik itu sakit fisik atau psikis.

Gue pengn banget jujur tebtabg perasaan gue. Kalau ga suka bilang ga suka, kalau maeah bilang marah, kecewa bilang kecewa, dll. Tapi kenapa sulit banget bagi gue untuk nglakuin hal itu.

pokokny gue pengen cepat pergi dari keadaan kayak gini.

Ada yang punya sokusi??

galau agaib

Selasa, 20 September 2011

Random Phisyk Time

Weis, lama ga ngeblog nih..
Tau nggak, hari ini bangku depan gue. yup, pasangan baru ISSAC NEWTON "Ryan Nurdianto VS Yuniar Safitri".
Lucu loh pacarannya. Gue aja ngiri, pengen pacaran kayak gitu. Tapi sayang si Ryan kurang romantis. Coba kalau lebih romantis, beh.. dijamin gue tambah ngiri.

Btw, Kak Pin tutup akun lagi. Knapa ya, tuh anak labil banget. Tapi kasian juga kalo inget curhat-curhat dia dulu *nih guru fisika curcol ya?*. Gue jadi kangen sama tuh anak. Bagaimana pun, dia kan asik diajak ngobrol.

Ngomongin Kak Pin ga akan enak kalo ga sekalian ngomongin Kak Uwi sama Kak Ra. "KAK RA GUE KANGEEEENNN!!!" *apa coba*. "KAK UWI< GUE MASIH MARAH SAMA LO". Jun 1000x lebih cakep daripada lo, inget itu.

WEs, cukup ngerandomin D'AVCOZ. now balik lagi ke "BANGKU DEPAN". Okke Yan, bagus.. lo mulai agresif. tapi kurang romantis *apa deh*.

Eh, eh, eh.. ngapain tuh "TETANGGA SEBELAH"? kasian nih guru Fisika. masak tuh tetangga sebelah malah ngePES -..-"

***

Sip, Agama kosong BI kososng..
udah ya, gue seneng" dulu :P

Senin, 22 Agustus 2011

Kakak dan Adik

Kakak dan Adik
Aku dilahirkan di sebuah dusun
pegunungan yang sangat terpencil .
Hari demi hari , orang tuaku membajak
tanah kering kuning , dan punggung
mereka menghadap ke langit . Aku
mempunyai seorang adik , tiga tahun
lebih muda dariku .
Suatu ketika, untuk membeli sebuah
sapu tangan yang mana semua gadis
di sekelilingku kelihatannya
membawanya , aku mencuri lima puluh
sen dari laci ayahku . Ayah segera
menyadarinya . Beliau membuat adikku
dan diriku berlutut di depan tembok,
dengan sebuah tongkat bambu di
tangannya .
"Siapa yang mencuri uang itu ?" Beliau
bertanya .Aku terpaku, terlalu takut
untuk berbicara. Ayah tidak mendengar
siapa pun mengaku, jadi Beliau
mengatakan , " Baiklah , kalau begitu ,
kalian berdua layak dipukul!" Dia
mengangkat tongkat bambu itu tingi-
tinggi .Tiba- tiba, adikku mencengkeram
tangannya dan berkata, "Ayah , aku
yang melakukannya !
"Tongkat panjang itu menghantam
punggung adikku bertubi -tubi. Ayah
begitu marahnya sehingga ia terus
menerus mencambukinya sampai
Beliau kehabisan nafas . Sesudahnya,
Beliau duduk di atas ranjang batu bata
kami dan memarahi , " Kamu sudah
belajar mencuri dari rumah sekarang ,
hal memalukan apa lagi yang akan
kamu lakukan di masa mendatang? . ..
Kamu layak dipukul sampai mati!
Kamu pencuri tidak tahu malu !
"Malam itu , ibu dan aku memeluk
adikku dalam pelukan kami . Tubuhnya
penuh dengan luka, tetapi ia tidak
menitikkan air mata setetes pun.Di
pertengahan malam itu , saya tiba-tiba
mulai menangis meraung -
raung.Adikku menutup mulutku
dengan tangan kecilnya dan berkata,
"Kak , jangan menangis lagi sekarang .
Semuanya sudah terjadi." Aku masih
selalu membenci diriku karena tidak
memiliki cukup keberanian untuk maju
mengaku.
Bertahun-tahun telah lewat , tapi
insiden tersebut masih kelihatan
seperti baru kemarin. Aku tidak pernah
akan lupa tampang adikku ketika ia
melindungiku. Waktu itu , adikku
berusia 8 tahun. Aku berusia 11.Ketika
adikku berada pada tahun terakhirnya
di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di
pusat kabupaten . Pada saat yang
sama , saya diterima untuk masuk ke
sebuah universitas propinsi . Malam itu ,
ayah berjongkok di
halaman ,menghisap rokok
tembakaunya, bungkus demi bungkus .
Saya mendengarnya merengut, " Kedua
anak kita memberikan hasil yang
begitu baik... hasil yang begitu
baik.. ."Ibu mengusap air matanya yang
mengalir dan menghela nafas , "Apa
gunanya ?Bagaimana mungkin kita bisa
membiayai keduanya sekaligus ?"
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke
hadapan ayah dan berkata, "Ayah ,saya
tidak mau melanjutkan sekolah lagi ,
telah cukup membaca banyak
buku ."Ayah mengayunkan tangannya
dan memukul adikku pada
wajahnya." Mengapa kau mempunyai
jiwa yang begitu keparat lemahnya?
Bahkan jika berarti saya mesti
mengemis di jalanan , saya akan
menyekolahkan kamu berdua sampai
selesai!" Dan begitu kemudian ia
mengetuk setiap rumah di dusun itu
untuk meminjam uang . Aku
menjulurkan tanganku selembut yang
aku bisa ke muka adikku yang
membengkak, dan berkata, "Seorang
anak laki -laki harus meneruskan
sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan
pernah meninggalkan jurang
kemiskinan ini. "Aku, sebaliknya, telah
memutuskan untuk tidak lagi
meneruskan ke universitas .
Siapa sangka keesokan harinya,
sebelum subuh datang, adikku
meninggalkan rumah dengan
beberapa helai pakaian lusuh dan
sedikit kacang yang sudah mengering .
Dia menyelinap ke samping ranjangku
dan meninggalkan secarik kertas di atas
bantalku :"Kak , masuk ke universitas
tidaklah mudah . Saya akan pergi
mencari kerja dan mengirimkanmu
uang ."Aku memegang kertas tersebut
di atas tempat tidurku , dan menangis
dengan air mata bercucuran sampai
suaraku hilang .
Tahun itu, adikku berusia 17 tahun . Aku
20.Dengan uang yang ayahku pinjam
dari seluruh dusun, dan uang yang
adikku hasilkan dari mengangkut
semen pada punggungnya di lokasi
konstruksi, aku akhirnya sampai ke
tahun ketiga (di universitas ) .
Suatu hari, aku sedang belajar di
kamarku , ketika teman sekamarku
masuk dan memberitahukan, " Ada
seorang penduduk dusun
menunggumu di luar sana!" Mengapa
ada seorang penduduk dusun
mencariku ?Aku berjalan keluar, dan
melihat adikku dari jauh , seluruh
badannya kotor tertutup debu semen
dan pasir . Aku menanyakannya ,
"Mengapa kamu tidak bilang pada
teman sekamarku kamu adalah
adikku?"Dia menjawab , tersenyum ,
"Lihat bagaimana penampilanku. Apa
yang akan mereka pikir jika mereka
tahu saya adalah adikmu? Apa mereka
tidak akan menertawakanmu ? " Aku
merasa tersentuh, dan air mata
memenuhi mataku. Aku menyapu
debu -debu dari adikku semuanya, dan
tersekat-sekat dalam kata- kataku, "Aku
tidak perduli omongan siapa pun!
Kamu adalah adikku apa pun juga!
Kamu adalah adikku bagaimana pun
penampilanmu. ..
"Dari sakunya, ia mengeluarkan
sebuah jepit rambut berbentuk kupu -
kupu . Ia memakaikannya kepadaku,
dan terus menjelaskan , "Saya melihat
semua gadis kota memakainya . Jadi
saya pikir kamu juga harus memiliki
satu." Aku tidak dapat menahan diri
lebih lama lagi . Aku menarik adikku ke
dalam pelukanku dan menangis dan
menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku
23.
Kali pertama aku membawa pacarku
ke rumah , kaca jendela yang pecah
telah diganti , dan kelihatan bersih di
mana-mana. Setelah pacarku pulang ,
aku menari seperti gadis kecil di depan
ibuku." Bu, ibu tidak perlu
menghabiskan begitu banyak waktu
untuk membersihkan rumah
kita !" Tetapi katanya, sambil tersenyum ,
"Itu adalah adikmu yang pulang awal
untuk membersihkan rumah ini.
Tidakkah kamu melihat luka pada
tangannya ? Ia terluka ketika memasang
kaca jendela baru itu..
"Aku masuk ke dalam ruangan kecil
adikku. Melihat mukanya yang
kurus,seratus jarum terasa menusukku.
Aku mengoleskan sedikit saleb pada
lukanya dan membalut
lukanya." Apakah itu sakit?" Aku
menanyakannya ." Tidak, tidak sakit.
Kamu tahu , ketika saya bekerja di lokasi
konstruksi, batu- batu berjatuhan pada
kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak
menghentikanku bekerja dan ..." Di
tengah kalimat itu ia berhenti . Aku
membalikkan tubuhku
memunggunginya ,dan air mata
mengalir deras turun ke wajahku .
Tahun itu, adikku 23 . Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota .
Berkali- kali suamiku dan aku
mengundang orang tuaku untuk
datang dan tinggal bersama kami ,
tetapi mereka tidak pernah mau.
Mereka mengatakan , sekali
meninggalkan dusun, mereka tidak
akan tahu harus mengerjakan apa.
Adikku tidak setuju juga ,mengatakan ,
"Kak , jagalah mertuamu aja . Saya akan
menjaga ibu dan ayah disini .
"Suamiku menjadi direktur pabriknya.
Kami menginginkan adikku
mendapatkan pekerjaan sebagai
manajer pada departemen
pemeliharaan. Tetapi adikku menolak
tawaran tersebut. Ia bersikeras
memulai bekerja sebagai pekerja
reparasi. Suatu hari, adikku diatas
sebuah tangga untuk memperbaiki
sebuah kabel ,ketika ia mendapat
sengatan listrik , dan masuk rumah
sakit. Suamiku dan aku pergi
menjenguknya . Melihat gips putih
pada kakinya , saya menggerutu ,
"Mengapa kamu menolak menjadi
manajer? Manajer tidak akan pernah
harus melakukan sesuatu yang
berbahaya seperti ini. Lihat kamu
sekarang , luka yang begitu serius .
Mengapa kamu tidak mau mendengar
kami sebelumnya?"Dengan tampang
yang serius pada wajahnya, ia
membela keputusannya ." Pikirkan kakak
ipar-- ia baru saja jadi direktur, dan
saya hampir tidak berpendidikan . Jika
saya menjadi manajer seperti itu, berita
seperti apa yang akan menjadi buah
bibir orang?
"Mata suamiku dipenuhi air mata , dan
kemudian keluar kata- kataku yang
sepatah- sepatah: " Tapi kamu kurang
pendidikan juga karena aku !" Mengapa
membicarakan masa lalu ?"Adikku
menggenggam tanganku. Tahun itu, ia
berusia 26 dan aku 29 .
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia
menikahi seorang gadis petani dari
dusun itu. Dalam acara pernikahannya,
pembawa acara perayaan itu bertanya
kepadanya , " Siapa yang paling kamu
hormati dan kasihi?"Tanpa bahkan
berpikir ia menjawab, "Kakakku ." Ia
melanjutkan dengan menceritakan
kembali sebuah kisah yang bahkan
tidak dapat kuingat .
"Ketika saya pergi sekolah SD , ia
berada pada dusun yang berbeda.
Setiap hari kakakku dan saya berjalan
selama dua jam untuk pergi ke sekolah
dan pulang ke rumah . Suatu hari, saya
kehilangan satu dari sarung
tanganku.Kakakku memberikan satu
dari kepunyaannya . Ia hanya memakai
satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika
kami tiba di rumah , tangannya begitu
gemetaran karena cuaca yang begitu
dingin sampai ia tidak dapat
memegang sumpitnya .Sejak hari itu,
saya bersumpah, selama saya masih
hidup, saya akan menjaga kakakku dan
baik kepadanya . "Tepuk tangan
membanjiri ruangan itu . Semua tamu
memalingkan perhatiannya
kepadaku.Kata -kata begitu susah
kuucapkan keluar bibirku, " Dalam
hidupku, orang yang paling aku
berterima kasih kepadanya adalah
adikku. "Dan dalam kesempatan yang
paling berbahagia ini, di depan
kerumunan perayaan ini, air mata
bercucuran turun dari wajahku seperti
sungai.

Selasa, 09 Agustus 2011

nightmare (kegalauan tengah malam)

ok, ntah kenapa tiba-tiba aja gue jadi galau kayak gini. Mungkin gara-gara gue liat status 'Alvin' yg menjadi caracter cowok di cerpen gue 'Dream' sama skuelnya 'Special Story'. Gue bener-bener berharap tuh status dia tunjukin buat gue. Gue yang mungkin dulu sempat mempunyai rasa lebih kw dia, walau mungkin rasa itu bukan cinta.

Tapi ga salah kan kalau gue menharapkan dia, walaupun gue sendiri g tau apakah gue cinta dia atau kagak...

ah, bener-bener galau nih. Tapi curhat di blog gini beneran nyenengin loh. Kan gu ga tau ad yang baca apa kagak. Kalau ga ada Alhamdulillah, kalau ada pun ga papa (kan gue ga tau, jadi ga perlu malu) hehehe

cukup, udah malem ikan bobok.. jam 1:20

Minggu, 07 Agustus 2011

With Eka

Mmmm...

Eka, she is my friend who have complate name Eka Kurnianingsih. Hari ini gue duduk bareng dia hari ini. Komentar gue tentang dia, mmm... gimana ya, asik, rame, lucu, imut-imut. Lumayan lah, asik ga garing.

Ngapain aja ya gue sama dia hari ini?
-duduk bareng
-ngrumpi

tapi yang jadi keberuntungan gue adalah gue ga jadi duduk sama "You Know Who". dan itu semua karena jasa besar Eka. Hagz hagz

Ya udah itu aja dulu, gue mau pulang (masih di sekolah, di tengah jam Phisic)
Babay, Bandus udah nunggu nih

Rabu, 20 Juli 2011

nggak sadarkah kalian nyakitin hati gw?
waktu kalian butuh gw aja, kalian deketin gw. Sekarang apa? Giliran gw butuh, kalian g ada. Gw berhak marah, berhak nangis. Kalian tau gw selalu merasa sendiri. Walau gw ada di antara kalian, gw tetep ngerasa sendiru. Tapi sebisa mungkin gw senyum, gw berusaha biasa aja. gw ga mau kalian ikut mikir.

Apa kalian tau tiap kata yg kalian ucapkan itu nyakitin hati gw. Tapi kalian lihat kan gw malah ketawa bareng kalian.

Kalian ga tau hati gw sakit. Gw ngerasa ga nyaman dalam situasi seperti itu. Bayangin aja gimana rasanya lo ada dalam posisi gw.

Kadang kalian nganggep gw ada, tapi lain waktu kalian nganggep gw ga ada. Sakit banget.

Kata teteh sih mungkin itu semua cuma perasaan gw. Tapi tetep aja rasanya sakit. Sakit banget sendiri di antara tawa orang-orang yg jelas-jelas ada di sekitar kita.

Satu lagi. Gw jug tau diri. inget itu, gw juga tau diri. Gw sadar kalian ga mau bareng gw. Oke gw ikhlas ngejaih dari kalian. Gw juga sadar gw selalu ngrepotin kalian.

Gw udah capek jadi orang munafik. Ngebohongi perasaan gw sendiri. Harusnya gw jujur. tapi gw ga mau nyakitin kalian.

GUE CAPEK!!!!!!

Selasa, 28 Juni 2011

yep, ini postingan gj gue. Gue mau crita tentang sesrorang, yah semacam share pendapat gue tentang orang ini.

Setelah sekin lama gue kenal dia, gue baru bisa mengidentifikasi apa yaang ngebuat dia jadi *ehem* agak ga di sukai temen sekelasnya dan yang bikin dia agak kaya orang depresi. Ok ga usah babibu langsung aja ini pendapat gue tentang si Tami (nama disamarkan)

Dia itu kayaknya ngesok gitu, pilih pillih temen. Dia terlalu tetobsesi sama somethink like... mmm you know lah *gue ga bisa jelasinnya*. kayakny orangnya juga susah bergaul sama orang biasa (re: biasa di mata dia). Trus dia teralu membesr besarkan masalah, jadi gue ga heran kalo dia gampang frustasi.

Gue juga berasumsi kalau hidup dia itu sangat menyedihkan dengan berbagi 'penyakit' yang dia punya.

Tapi gue rasa walau kadang gue rada kesel sama dia (you know guw orangnya moody banget) karena kadang mood dia nyolotin mood gue kalo lagi ngobrol (re: gue galau, eh ternyata dia juga galau. gye happy, eh ternyata dia tetep galau, ikutan galau deh gue) gue bisa tetep happy dan nyambung kalau ngobrol sama dia. Maklum sifat sama kebiasaan kita sama hehew

Ok, udah cukup. (Gue lupa ga tidur lagi nih hahha, tau tau jam 4.30) asik kuga curcol disini hhhehe

bubay.. Ja ne

Rabu, 08 Juni 2011

Special Story (Sequel Dream)

Special Story

Angin malam ini terasa begitu dingin, tapi entah mengapa dapat memberikan kesejukan. Kini aku duduk di teras rumahku, memandangi bintang yang bertabur indah menemani bulan, berbagi cerita. Aku mendesah pelan, ketika tanpa sengaja ingatan tentang hari itu berputar di kepalaku, memenuhi pikiranku. Hari dimana kami dipertemukan kembali oleh waktu, setelah sekian lama.
-₪-
Entah mengapa malam itu aku bersemangat saat ibu mengajakku ke rumah nenek yang kebetulan bersebelahan dengan rumah tanteku. Entahlah, aku merasa ada sesuatu yang besar akan terjadi hari ini. Tidak sampai 30 menit kami telah sampai. Saat memasuki pekarangan, aku melihat sebuah vespa kuning yang telah di modifikasi sedemikian rupa. Sepertinya aku sudah tidak asing lagi dengan kendaraan lawas itu. Saat aku melihat ke teras rumah tante, aku melihat sesosok lelaki berjamper abu-abu dengan tutup kepalanya yang ia kenakan.
‘Siapa ya?’ batinku penasaran. Tapi sepertinya rasa penasaranku itu harus ku tunda sejenak saat ibu mengajakku masuk ke rumah nenek terlebih dahulu. Saat aku asik memberi salam sambil sedikit berbincang dengan anggota keluargaku yang kebetulan malam itu semua sedang berkumpul, kakak sepupuku, anak tanteku yang katanya baru pulang dan masih mengenakan seragam pramuka mendatangiku, mengajakku ke teras rumah nenekku itu.
“Kenapa kak?”
“Itu, kamu ditunggu!”
“Hah? Ditunggu? Siapa?”
“Alvin.”
“What? Kak Alvin?” teriakku dalam hati. Alvin, kakak sepupuku yang juga merupakan cinta pertamaku. “Kok…” sebelum aku menyelesaikan kalimatku kakakku sudah menarikku ke teras rumahnya.
Lelaki berjemper abu-abu tadi menoleh saat kami mendatanginya. Dia melepas tutup kepalanya. Ku perhatikan wajahnya dalam-dalam. Dia tersenyum, senyum lembut yang selalu membawa kesejukan. Wajah tirus tapi memancarkan ketangguhan, hidung yang bisa dibilang lumayan mancung, bibir tipis yang selalu merekahkan senyum, semuanya masih sama seperti dulu.
“Hai..” sapanya
“Hai, udah lama?”
“Lumayan sih, nunggu kamu lama banget!” jawabnya yang sukses membuat pipiku memerah.
“Eh, kalian ngobrol duluan deh! Aku mau mandi.” Sela kakakku sambil mendorongku untuk duduk di kursi samping kak Davin duduk. Kesunyian tercipta diantara kami, sesekali aku melirik ke arahnya, dan tidak jarang pandangan kami bertemu. Tetapi hanya senyum kecil yang saling kami keluarkan.

“Kok diam?” Kak Alvin membuka pembicaraan
“Bingung!”
“Pegangan, atau balik aja bajunya.” Aku tertawa kecil mendengar ucapannya ini
“Apaan sih! Eh, kak tumben kesini?”
“Pengen ketemu kamu, udah lama nggak ketemu sih! Tapi aku Cuma bisa sebentar di sini.”
“Loh kok gitu?” kataku sambil sedikit menunduk menyembunyikan rona merah di pipiku
“Ada latihan basket.”
“Oh..”
Selanjutnya hanya permasalahan-permasalahan ringan yang kami bicarakan. Sambil sesekali diiringi ringtone hp, karena memang saat itu aku dan dia memang sedang senam jari. Aku yang saat itu sedang curhat nggak jelas bersama sahabatku Rizky Putri, dan dia entahlah dengan siapa aku tidak begitu mempermasalahkan hal itu. Keadaan ini berlangsung sampai kakakku datang mengagetkan kami dengan rambut basah yang masih berusaha dia keringkan dengan anduk. Dan tidak lama setelah itu kak Davin pamit pulang dengan alasan teman-temannya sudah menunggunya.
-₪-
Dan sekarang di sinilah aku, duduk sendirian di teras rumah sambil memperhatikan langit malam yang dihiasi bintang. Tenggelam dalam pemikiran-pemikiran randomku, sambil sesekali melakukan sedikit senam jari, membalas beberapa sms yang masuk ke HP ku. Sampai ayahku memanggilku dan menyuruhku untuk tidur.

Dream (Repost)


Dream


Aku mempercepat langkahku masuk ke kelas karena sebentar lagi kelas akan dimulai. Aku berhenti sejenak di depan kelas mencari bangku yang masih kosong. Terlihat 2 bangku di pojok belakang, bangku yang sangat tidak strategis bagiku. Aku berjalan gontai menuju bangku.
            ”Tumben telat!” tanya sahabatku Agni sambil menghampiriku
”semalem ngerjain tugas buat presentasi sampe’ malem. Telat bangun deh!” kataku manyun
           

Teet....... teet........ teeeeet..........
            Pembicaraan kami terhenti karena bel tanda masuk tlah berbunyi. Teman-temanku sudah duduk di bangku masing-masing. Beberapa saat kemudian muncul Bu Ira memasuki kelas, beliau tampak begitu anggun dan berwibawa. Dibelakangnya terlihat anak cowok sebayaku mengikutinya masuk.
            ”Asalamualaikum Wr. Wb.” Kata guru itu mengawali pembelajaran
            ”Waalaikumsalam Wr.Wb.” jawab murid-murid serempak
”Anak-anak kita kedatangan murit baru pindahan dari SMA Bintang Harapan  (ada nggak ea, ngarang dikit g pa2 dah??? ), ayo perkenalkan dirimu!”
            Kupandang sekilas wajah anak itu. ’kayak pernah liat’ batinku.
”Perkenalkan nama saya Alvin Jhonatan Sindunata, panggil aja Alvin, pindahan dari SMA Bimyamg Harapan. Mohon bantuannya!”

Betapa kagetnya aku ketika mendengar namanya, yang mengingatkan aku pada seseorang yang sudah 8 tahun ini menjadi pujaan hatiku. Ya Alvin adalah saudaraku, tapi aku sangat menyukainya. Memang aku baru 4 kali bertemu dengannya. Terakhir kami kontak saat aku kelas 1 SMP, itupun melalui SMS.
”Ada yang mau bertanya????” suara itu membangunkan aku dari lamunan masa kecilku
”Ya, kalo’ tidak ada Alvin kamu bisa duduk mmm.......... yak disana ada bangku kosong di sebelah Zeva, kamu duduk disana!!!”kata Ira itu sambil menunjuk bangku kosong di sebelahku.
Betapa kagetnya aku mendengar perkataan Ira tadi, reflek aku langsung berdiri. Hal itu membuat semua pasang mata yang ada di kelas memandang kearahku dengan exspresi yang nggak bisa diungkapkan.
”Ada apa Zeva?????” tanya guru itu
”ah, nggak Bu.... Nggak ada apa-apa!!” jawabku sedikit gugub dan malu
Aku segera duduk. Tanpa kusadari, ternyata Alvin sudah berada di sampingku. Rasanya seperti ada Ray yang bermain drum di dekat jantungku, deg-degan banget.
”hai lama nggak ketemu, ya!” katanya menyunggingkan senyum mematikan
    yang membuatku klepek-klepek.
”ha, hai...... Heeh lama nggak ketemu” jawabku gugub
Tiba-tiba kedia tangan Alvin memegang kadua bahuku dan dia mulai mendekatkan wajahnya ke samping telingaku dan kemudian berkata,
”BanGUnnnnnnnnn......... sayang sudah jam 5.30 kamu sekolah nggak??????
     Nenti telat low!”
Betapa kagetnya aku saat kubuka mata ternyata bukan wajah Alvin yang tampak, tapi wajah Bundaku yang terlihat kesal. Ah, ternyata tadi hanya mimpi.....

My Blog List

Diberdayakan oleh Blogger.

 

Design by Amanda @ Blogger Buster